Anak mengalami GTM (Gerakan Tutup Mulut) adalah hal yang cukup sering dialami banyak orang tua. Awalnya anak makan dengan lahap, tetapi tiba-tiba mulai menolak makanan, memalingkan wajah saat disuapi, atau hanya makan beberapa suap saja. Kondisi ini sering membuat orang tua khawatir, terutama jika berlangsung dalam waktu yang cukup lama.

Padahal, GTM tidak selalu menandakan adanya masalah serius. Dalam banyak kasus, GTM bisa terjadi karena anak sedang tumbuh gigi, bosan dengan menu yang itu-itu saja, sedang tidak enak badan, atau memang sedang berada pada fase perkembangan tertentu.

Kabar baiknya, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghadapi anak GTM tanpa harus membuat suasana makan menjadi penuh drama.

Kenapa Anak Bisa Mengalami GTM?

Sebelum mencari solusi, penting untuk memahami penyebabnya terlebih dahulu. Beberapa penyebab GTM yang paling umum antara lain:

  • Sedang tumbuh gigi.
  • Bosan dengan menu makanan yang monoton.
  • Terlalu banyak mengonsumsi camilan sebelum makan.
  • Sedang mengalami gangguan pencernaan ringan.
  • Nafsu makan sedang menurun.
  • Sedang memasuki fase eksplorasi dan ingin lebih mandiri.

Memahami penyebab GTM dapat membantu orang tua memilih pendekatan yang lebih tepat untuk mengatasinya.

1. Hindari Memaksa Anak Makan

Ketika anak menolak makan, banyak orang tua langsung berusaha membujuk bahkan memaksa agar makanan habis. Sayangnya, cara ini justru dapat membuat anak semakin tidak nyaman saat waktu makan tiba.

Cobalah tetap tenang dan berikan kesempatan kepada anak untuk mengenali rasa lapar serta kenyangnya sendiri. Suasana makan yang menyenangkan biasanya jauh lebih efektif dibandingkan tekanan saat makan.

2. Variasikan Menu dan Penyajian

Anak mudah merasa bosan dengan makanan yang tampilannya sama setiap hari. Karena itu, cobalah menyajikan makanan dengan bentuk yang lebih menarik.

Misalnya:

  • Membuat nasi berbentuk karakter.
  • Menambahkan warna alami dari sayur dan buah.
  • Menggunakan cetakan lucu untuk makanan.
  • Menyajikan makanan dalam porsi kecil.

Terkadang perubahan sederhana pada tampilan makanan dapat meningkatkan minat makan anak.

3. Batasi Camilan Menjelang Waktu Makan

Camilan yang terlalu dekat dengan jadwal makan dapat membuat anak merasa kenyang lebih dulu. Akibatnya, saat makanan utama disajikan, anak tidak lagi tertarik untuk makan.

Berikan jeda yang cukup antara camilan dan waktu makan utama agar anak memiliki rasa lapar yang optimal.

4. Buat Jadwal Makan yang Teratur

Rutinitas membantu tubuh anak mengenali kapan waktunya makan. Cobalah membuat jadwal makan yang konsisten setiap hari, mulai dari sarapan, makan siang, makan malam, hingga camilan sehat.

Dengan pola yang teratur, anak akan lebih mudah membangun kebiasaan makan yang baik.

5. Dampingi dengan Asupan Pendukung Nafsu Makan

Selain memperbaiki pola makan dan rutinitas harian, banyak orang tua juga memilih memberikan asupan pendukung yang mengandung bahan-bahan alami untuk membantu menjaga nafsu makan anak.

Salah satunya adalah BS Honey Junior, madu herbal yang diformulasikan khusus untuk anak usia 1 tahun ke atas. Produk ini mengandung kombinasi madu murni, ekstrak temulawak, kunyit, pegagan, dan kencur yang dikenal luas sebagai bahan herbal pendukung kesehatan pencernaan dan nafsu makan anak. Produk ini juga telah terdaftar BPOM dan bersertifikat halal.

BS Honey Junior dapat dikonsumsi secara rutin sesuai aturan pakai sebagai pendamping pola makan yang sehat dan seimbang.

Kenapa Banyak Orang Tua Memilih BS Honey Junior?

Beberapa alasan yang membuat BS Honey Junior banyak dipilih oleh orang tua antara lain:

  • Diformulasikan khusus untuk anak usia 1 tahun ke atas.
  • Mengandung madu dan bahan herbal alami pilihan.
  • Membantu menjaga nafsu makan anak.
  • Mendukung kesehatan pencernaan dan daya tahan tubuh.
  • Memiliki rasa yang disukai anak-anak.
  • Sudah BPOM dan Halal.
Cara Pemberian BS Honey Junior yang Mudah Diterima Anak Usia 1 Tahun

Berbeda dari suplemen yang butuh cara pemberian khusus, BS Honey Junior sangat fleksibel dan mudah diterima anak usia 1 tahun karena berbasis madu yang rasanya naturally manis dan disukai anak.

Bisa diberikan langsung dari sendok kecil untuk anak yang sudah terbiasa dengan tekstur cair. Dicampur ke dalam susu formula atau ASI perah hangat untuk yang lebih suka dalam bentuk minuman. Dicampurkan ke dalam bubur atau oatmeal sebagai bagian dari makan utama. Atau dioleskan tipis di atas biskuit bayi sebagai camilan yang disukai.

Yang paling penting adalah konsistensi pemberian setiap hari — karena herbal alami bekerja secara akumulatif dan manfaatnya membangun dirinya secara bertahap melalui konsumsi yang konsisten.

Peringatan Penting

BS Honey Junior tidak boleh diberikan pada anak di bawah usia 1 tahun karena madu dalam bentuk apapun tidak aman untuk bayi di bawah 1 tahun akibat risiko botulisme infantil. Hati-hati bagi anak yang memiliki riwayat alergi terhadap produk lebah atau turunannya — konsultasikan dengan dokter anak sebelum mulai pemberian.

Untuk anak yang sudah memasuki usia 5 tahun ke atas sudah bisa beralih ke BS Honey penggemuk badan reguler yang formulanya lebih lengkap untuk dukungan yang lebih komprehensif.

Perhatian
Hasil tergantung masing masing orang
Info
BS Honey  Junior tersedia di website resmi BS Honey serta di BS Honey Official Store di Shopee, TikTok Shop, dan Lazada.