Di antara semua konsep yang perlu dipahami dalam program naik berat badan surplus kalori adalah yang paling fundamental — tapi juga yang paling sering tidak dipahami dengan benar atau bahkan tidak diketahui sama sekali. Memahami surplus kalori secara mendalam adalah langkah pertama yang paling menentukan sebelum program naik berat badan apapun bisa memberikan hasil yang optimal.
Apa Itu Surplus Kalori
Surplus kalori adalah kondisi ketika total kalori yang dikonsumsi setiap hari secara konsisten lebih besar dari total kalori yang dibakar tubuh. Kondisi inilah yang memberikan tubuh bahan baku yang dibutuhkan untuk membangun massa baru — baik berupa massa otot ketika dikombinasikan dengan latihan beban maupun berupa cadangan energi yang secara bertahap meningkatkan berat badan.
Konsep ini terdengar sangat sederhana — makan lebih banyak dari yang dibakar. Tapi implementasinya jauh lebih kompleks dari yang terlihat karena membutuhkan pemahaman tentang berapa kalori yang sebenarnya dibutuhkan tubuh, berapa surplus yang paling optimal, dan bagaimana memastikan surplus itu benar-benar terserap dan dimanfaatkan tubuh secara efisien.
Mengapa Surplus Kalori adalah Fondasi yang Tidak Bisa Dikompromikan
Tanpa surplus kalori tidak ada program naik berat badan apapun yang bisa memberikan hasil yang signifikan — tidak peduli seberapa bagus kualitas makanan yang dikonsumsi, seberapa keras latihannya, atau seberapa banyak suplemen yang diminum.
Ini adalah hukum biologi yang sangat fundamental. Tubuh hanya bisa membangun massa baru ketika ada energi yang tersisa setelah semua kebutuhan dasar tubuh terpenuhi. Ketika total kalori yang masuk hanya cukup untuk kebutuhan dasar — untuk bernapas, berpikir, bergerak, dan mempertahankan fungsi organ — tidak ada sisa energi yang bisa digunakan untuk membangun massa baru.
Dan inilah mengapa banyak yang meski sudah merasa makan cukup banyak berat badannya tidak kunjung naik — karena total kalori yang dikonsumsi masih belum mencapai surplus yang dibutuhkan, atau kalorinya tidak terserap dengan efisien sehingga surplus yang direncanakan tidak benar-benar terwujud di level seluler.
Memahami TDEE — Total Daily Energy Expenditure
Sebelum bisa menentukan berapa surplus kalori yang dibutuhkan memahami TDEE atau Total Daily Energy Expenditure adalah langkah yang paling penting.
TDEE adalah total kalori yang dibakar tubuh dalam satu hari — mencakup semua komponen pengeluaran energi yang terjadi secara otomatis maupun yang dipicu oleh aktivitas.
Komponen pertama — Basal Metabolic Rate atau BMR
BMR adalah jumlah kalori yang dibakar tubuh hanya untuk mempertahankan fungsi-fungsi dasar yang paling fundamental — bernapas, memompa darah, mengatur suhu tubuh, dan menjalankan semua proses biologis yang terjadi bahkan ketika tubuh dalam kondisi istirahat total.
BMR menyumbang sekitar 60 sampai 70 persen dari total TDEE — artinya ini adalah komponen terbesar yang tidak bisa dikurangi bahkan ketika tidak melakukan aktivitas apapun. Dan BMR sangat bervariasi antar individu berdasarkan usia, jenis kelamin, berat badan, tinggi badan, dan massa otot — seseorang dengan massa otot yang lebih tinggi memiliki BMR yang lebih tinggi karena jaringan otot membutuhkan lebih banyak energi untuk dipertahankan.
Komponen kedua — Thermic Effect of Food atau TEF
Mencerna makanan sendiri membutuhkan energi — dan ini dikenal sebagai TEF atau efek termik makanan. Tubuh membakar sekitar 10 persen dari total kalori yang dikonsumsi hanya untuk proses mencerna, menyerap, dan mengolah makanan tersebut. Protein memiliki TEF yang paling tinggi sekitar 20 sampai 30 persen — artinya dari setiap 100 kalori protein yang dikonsumsi sekitar 20 sampai 30 kalori digunakan hanya untuk mencernanya.
Komponen ketiga — Non-Exercise Activity Thermogenesis atau NEAT
NEAT adalah kalori yang dibakar dari semua aktivitas fisik yang bukan olahraga terstruktur — berjalan ke kamar mandi, mengetik, berdiri, gelisah, dan semua gerakan kecil yang terjadi sepanjang hari. NEAT sangat bervariasi antar individu dan bisa berkisar dari hanya beberapa ratus kalori per hari untuk yang sangat sedentary hingga lebih dari 1000 kalori per hari untuk yang sangat aktif secara non-olahraga.
Komponen keempat — Exercise Activity Thermogenesis atau EAT
EAT adalah kalori yang dibakar selama sesi olahraga terstruktur. Jumlahnya sangat bervariasi tergantung jenis olahraga, intensitas, durasi, dan kondisi fisik individu.
Cara Menghitung TDEE dan Menentukan Surplus Kalori
Langkah 1 — Hitung BMR
Rumus Mifflin-St Jeor adalah yang paling akurat dan paling umum digunakan saat ini.
Untuk laki-laki BMR sama dengan 10 dikali berat badan dalam kilogram ditambah 6,25 dikali tinggi badan dalam sentimeter dikurangi 5 dikali usia dalam tahun ditambah 5.
Untuk perempuan BMR sama dengan 10 dikali berat badan dalam kilogram ditambah 6,25 dikali tinggi badan dalam sentimeter dikurangi 5 dikali usia dalam tahun dikurangi 161.
Contoh untuk perempuan usia 22 tahun dengan berat badan 45 kilogram dan tinggi 158 sentimeter — BMR sama dengan 10 dikali 45 ditambah 6,25 dikali 158 dikurangi 5 dikali 22 dikurangi 161 hasilnya adalah 450 ditambah 987,5 dikurangi 110 dikurangi 161 sama dengan 1166,5 kalori per hari.
Langkah 2 — Kalikan dengan Faktor Aktivitas
Setelah mengetahui BMR kalikan dengan faktor aktivitas yang paling sesuai untuk mendapatkan TDEE.
Sangat sedentary atau hampir tidak bergerak — kalikan 1,2. Sedikit aktif atau olahraga ringan 1 sampai 3 hari per minggu — kalikan 1,375. Cukup aktif atau olahraga sedang 3 sampai 5 hari per minggu — kalikan 1,55. Sangat aktif atau olahraga berat 6 sampai 7 hari per minggu — kalikan 1,725.
Dengan contoh di atas dan tingkat aktivitas cukup aktif TDEE sama dengan 1166,5 dikali 1,55 sama dengan sekitar 1808 kalori per hari.
Langkah 3 — Tambahkan Surplus
Target surplus kalori yang paling optimal untuk naik berat badan sehat dan berkelanjutan adalah 300 sampai 500 kalori per hari di atas TDEE.
Dengan contoh di atas target kalori harian adalah 1808 ditambah 300 sampai 500 sama dengan 2108 sampai 2308 kalori per hari.
Surplus yang lebih kecil dari 300 kalori per hari hampir tidak memberikan kenaikan berat badan yang signifikan. Surplus yang lebih besar dari 500 kalori per hari cenderung menghasilkan kenaikan lemak yang berlebihan bukan massa otot yang sehat. Rentang 300 sampai 500 kalori adalah yang paling kondusif untuk kenaikan berat badan yang sehat dan berkualitas.
Mengapa Surplus Kalori Saja Tidak Cukup
Ini adalah nuansa yang paling penting dan paling sering terlewat dari pemahaman surplus kalori — surplus kalori yang direncanakan di atas kertas tidak selalu menjadi surplus kalori yang benar-benar terwujud di level seluler.
Kondisi Pencernaan yang Menentukan Efisiensi Penyerapan
Makan makanan yang mengandung 2200 kalori tidak berarti tubuh menyerap semua 2200 kalori tersebut. Efisiensi penyerapan sangat bergantung pada kondisi sistem pencernaan — seberapa aktif enzim pencernaan, seberapa efisien empedu bekerja untuk mencerna lemak, dan seberapa sehat kondisi mukosa usus yang menjadi tempat penyerapan nutrisi berlangsung.
Kondisi pencernaan yang tidak optimal bisa menyebabkan sebagian signifikan dari kalori yang dikonsumsi tidak terserap dan tidak dimanfaatkan tubuh — sehingga surplus kalori yang direncanakan tidak pernah benar-benar terwujud meski jumlah makanan yang dikonsumsi sudah sangat banyak.
Nafsu Makan yang Menentukan Konsistensi
Mencapai surplus kalori secara konsisten setiap hari membutuhkan nafsu makan yang stabil dan konsisten. Ketika nafsu makan tidak konsisten — datang dan pergi tanpa pola yang jelas — total kalori harian sangat fluktuatif dan sering kali jatuh di bawah target surplus meski sudah ada niat untuk makan lebih banyak.
Makanan Paling Efektif untuk Mencapai Surplus Kalori
Bukan semua makanan sama efektifnya untuk mencapai surplus kalori — dan memilih sumber kalori yang paling padat dan paling bergizi adalah kunci dari surplus yang berkualitas.
Alpukat adalah salah satu yang paling efisien — satu buah ukuran sedang mengandung sekitar 230 kalori dengan profil lemak sehat yang sangat optimal. Kacang-kacangan dan selai kacang adalah sumber kalori yang sangat padat — dua sendok makan selai kacang mengandung sekitar 190 kalori. Telur memberikan protein berkualitas tinggi dan lemak sehat yang sangat efisien untuk menambah kalori berkualitas. Nasi dengan lauk lengkap memberikan karbohidrat kompleks yang menjadi sumber energi utama. Ikan berlemak seperti salmon dan sarden memberikan protein dan lemak omega-3 yang sangat mendukung pertumbuhan massa otot. Tempe dan tahu adalah sumber protein nabati yang sangat terjangkau dan sangat bergizi. Dan pisang adalah sumber karbohidrat yang sangat mudah dikonsumsi kapanpun sebagai snack padat kalori yang praktis.
BS Honey Penggemuk Badan — Pendukung Surplus Kalori yang Paling Tepat Sasaran
Memahami mengapa surplus kalori saja tidak cukup tanpa kondisi pencernaan yang optimal menjadi sangat jelas ketika melihat betapa pentingnya efisiensi penyerapan dalam mewujudkan surplus yang direncanakan.
BS Honey penggemuk badan hadir sebagai pendukung yang bekerja tepat pada kondisi yang paling menentukan apakah surplus kalori yang sudah direncanakan bisa benar-benar terwujud di level seluler.
Temulawak melalui xanthorizol-nya merangsang produksi dan sekresi empedu yang sangat penting untuk pencernaan lemak secara efisien — ketika lemak dari makanan padat kalori seperti alpukat, kacang, dan ikan berlemak dicerna dengan optimal efisiensi penyerapan kalorinya meningkat sangat signifikan. Kencur mengoptimalkan produksi enzim pencernaan amilase, protease, dan lipase yang memproses karbohidrat, protein, dan lemak dari makanan dengan jauh lebih efisien — memastikan lebih banyak kalori dari setiap makanan yang dikonsumsi benar-benar terserap. Kunyit menjaga kondisi mukosa lambung dan usus yang sehat — kondisi yang sangat penting untuk penyerapan nutrisi yang optimal karena mukosa yang sehat memiliki luas permukaan penyerapan yang lebih baik. Pegagan memperlancar mikrosirkulasi ke organ pencernaan sehingga semua proses pencernaan dan penyerapan berjalan dengan efisiensi yang lebih tinggi. Dan madu murni akasia mendukung keseimbangan mikrobioma usus yang berperan dalam efisiensi pencernaan secara keseluruhan sekaligus mendukung nafsu makan yang lebih konsisten melalui jalur gut-brain axis.
Dikonsumsi 3 kali sehari setelah makan secara konsisten BS Honey penggemuk badan membangun kondisi pencernaan yang semakin optimal dari waktu ke waktu — memastikan surplus kalori yang sudah direncanakan dan sudah dikonsumsi benar-benar menjadi surplus yang terwujud di level seluler dan memberikan kenaikan berat badan yang nyata dan berkelanjutan..
BS Honey penggemuk badan tersedia di website resmi BS Honey serta di BS Honey Official Store di Shopee TikTok Shop dan Lazada.

BS Honey 350gr
komposisi : madu temulawak kunyit royal jelly centella asiatica Isi 350 gram - Di konsumsi sejak umur 5 tahun - Aman untuk yang sedang haid & ibu menyusui - Tidak disarankan untuk yang sedang hamil - Tidak disarankan untuk yang sakit muntah2 atau Maag akut Pengiriman Senin - Minggu - Senin-Jumat order di bawah jam 14.00 akan dikirim hari yang sama - Order di atas jam 14.00 akan dikirim H+1 - Khusus hari Sabtu dan Minggu order sampai jam 12.00 akan dikirim dihari yang sama. jika lebih dari jam 12.00 maka dikirim hari kerja berikutnya. - Libur Nasional tidak ada pengiriman - Orderan yang masuk Libur Nasional akan dikirimkan di hari kerja selanjutnya




