Mengetahui berat badan ideal adalah langkah pertama yang paling penting sebelum memulai program apapun — baik untuk naik maupun turun berat badan. Tanpa titik acuan yang paling konkret tidak ada cara untuk mengukur seberapa jauh kondisi saat ini dari yang seharusnya dicapai. Artikel ini membahas cara paling mudah untuk mengecek berat badan ideal dan apa yang paling tepat dilakukan setelah mengetahui hasilnya.
Mengapa Perlu Tahu Berat Badan Ideal Sebelum Mulai Program Apapun
Banyak yang langsung memulai program naik atau turun berat badan tanpa pernah mengetahui dengan pasti berapa angka yang seharusnya menjadi target — dan ini adalah salah satu alasan terbesar mengapa program yang dijalankan tidak pernah memberikan arah yang paling jelas dan paling terukur.
Tanpa angka target yang konkret tidak ada cara untuk menentukan seberapa besar perubahan yang dibutuhkan. Tidak ada cara untuk mengukur seberapa besar surplus atau defisit kalori yang paling tepat. Dan tidak ada cara untuk menilai apakah perjalanan yang dilakukan sudah mengarah ke kondisi yang paling optimal atau masih sangat jauh dari sana.
Mengetahui berat badan ideal bukan tentang obsesi terhadap angka — tapi tentang memiliki titik acuan yang paling konkret dan paling terukur untuk memulai perjalanan dengan arah yang paling jelas.
Cara Pertama — Hitung IMT
IMT atau Indeks Massa Tubuh adalah metode yang paling umum digunakan secara internasional dan paling mudah dihitung sendiri di rumah tanpa alat khusus apapun.
Caranya sangat sederhana — berat badan dalam kilogram dibagi tinggi badan dalam meter dikuadratkan.
Contoh konkret — seseorang dengan berat badan 50 kilogram dan tinggi 160 sentimeter atau 1.60 meter memiliki IMT sebesar 50 dibagi 1.60 dikuadratkan yang menghasilkan 50 dibagi 2.56 sama dengan 19.5.
Untuk orang Indonesia dan Asia pada umumnya kategori IMT yang paling relevan adalah sebagai berikut.
Di bawah 18.5 masuk kategori berat badan kurang yang membutuhkan program penambahan berat badan. Antara 18.5 sampai 22.9 adalah rentang normal yang paling ideal untuk populasi Asia. Antara 23 sampai 24.9 masuk kategori berat badan berlebih ringan. Dan di atas 25 masuk kategori obesitas yang membutuhkan perhatian kesehatan yang lebih serius.
Catatan penting — WHO menggunakan rentang normal 18.5 sampai 24.9 untuk populasi global. Tapi untuk orang Asia termasuk Indonesia rentang yang paling optimal adalah 18.5 sampai 22.9 karena risiko kesehatan pada orang Asia cenderung muncul pada IMT yang lebih rendah dibandingkan populasi Barat.
Cara Kedua — Rumus Broca
Rumus Broca adalah cara yang paling sederhana dan paling cepat untuk mendapatkan perkiraan berat badan ideal dalam kilogram — sangat populer di Indonesia karena bisa dihitung dalam hitungan detik tanpa kalkulator.
Untuk laki-laki rumusnya adalah tinggi badan dalam sentimeter dikurangi 100.
Untuk perempuan rumusnya adalah tinggi badan dalam sentimeter dikurangi 100 kemudian hasilnya dikurangi lagi 10 persen.
Contoh konkret untuk perempuan dengan tinggi 158 sentimeter — 158 dikurangi 100 menghasilkan 58. Kemudian 10 persen dari 58 adalah 5.8. Sehingga berat badan idealnya adalah 58 dikurangi 5.8 yang menghasilkan 52.2 kilogram.
Rumus Broca memberikan angka yang sangat konkret dan sangat mudah dijadikan target awal — meski tidak mempertimbangkan komposisi tubuh dan faktor individual sedetail IMT.
Cara Ketiga — Ukur Lingkar Pinggang
Lingkar pinggang adalah pengukuran yang paling sering diabaikan tapi yang paling langsung berkaitan dengan risiko kesehatan metabolik.
Angka di timbangan dan IMT tidak selalu mencerminkan distribusi lemak tubuh — dan seseorang bisa memiliki IMT yang normal tapi dengan lemak visceral yang tinggi di area perut yang sangat langsung berkaitan dengan risiko diabetes tekanan darah tinggi dan berbagai kondisi metabolik lainnya.
Cara mengukurnya sangat mudah — lingkarkan pita ukur di bagian pinggang yang paling sempit biasanya tepat di atas pusar dalam posisi berdiri tegak dan bernapas normal.
Untuk laki-laki lingkar pinggang yang paling ideal adalah di bawah 90 sentimeter. Untuk perempuan lingkar pinggang yang paling ideal adalah di bawah 80 sentimeter.
Cara Membaca Hasil dengan Paling Tepat
IMT dan rumus Broca memberikan angka yang sangat berguna sebagai titik acuan awal — tapi ada keterbatasan yang paling penting untuk dipahami agar tidak disalahartikan.
Keduanya tidak mempertimbangkan komposisi tubuh secara spesifik. Seseorang dengan massa otot yang sangat tinggi bisa memiliki IMT yang terlihat berlebih meski kondisi kesehatannya sangat optimal — karena otot lebih berat dari lemak. Sebaliknya seseorang dengan massa otot yang sangat rendah bisa memiliki IMT yang terlihat normal meski komposisi tubuhnya tidak ideal.
Kondisi kesehatan secara keseluruhan — kondisi energi kualitas tidur kemampuan beraktivitas dan kondisi metabolik dari pemeriksaan darah — adalah yang paling menentukan apakah kondisi tubuh benar-benar optimal bukan hanya angka dari rumus manapun.
Dan faktor individual seperti usia jenis kelamin kondisi tulang dan tingkat aktivitas fisik juga sangat mempengaruhi berapa angka yang paling optimal untuk masing-masing orang secara personal.
Yang Harus Dilakukan Setelah Cek Berat Badan Ideal
Kalau Hasilnya di Bawah Normal
Ini menunjukkan ada defisit massa tubuh yang perlu dikoreksi — dan pendekatan yang paling tepat adalah yang membangun massa tubuh secara sehat dan berkelanjutan dari fondasi yang paling benar.
Langkah pertama yang paling penting adalah memahami mengapa berat badan berada di bawah ideal. Badan yang kurus dan susah naik meski sudah makan banyak hampir selalu bermuara pada kondisi pencernaan yang tidak menyerap semua kalori dari makanan dengan efisiensi yang dibutuhkan — bukan semata-mata karena kurang makan.
Perbaiki kondisi pencernaan dari dalam terlebih dahulu. Kemudian bangun surplus kalori yang konsisten dari makanan nyata yang padat kalori dan padat nutrisi — makan 5 sampai 6 kali sehari dalam porsi sedang dengan protein lemak sehat dan karbohidrat kompleks yang seimbang di setiap waktu makan. Dukung dengan latihan beban yang memastikan surplus kalori digunakan untuk membangun massa otot bukan hanya lemak. Dan jaga konsistensi yang tidak pernah berhenti karena badan yang berisi dibangun dari hari ke hari.
Kalau Hasilnya Normal
Kondisi ini adalah yang paling ideal dan yang paling perlu dipertahankan. Pola makan yang seimbang aktivitas fisik yang teratur dan kondisi pencernaan yang optimal dari dalam adalah fondasi dari mempertahankan IMT yang normal dalam jangka panjang.
Kalau Hasilnya di Atas Normal
Defisit kalori yang paling aman dan paling berkelanjutan adalah 300 sampai 500 kalori per hari dari pengurangan asupan kalori yang tidak berkualitas dan peningkatan aktivitas fisik secara bersamaan. Penurunan sekitar 0.5 kilogram per minggu adalah yang paling ideal untuk mempertahankan massa otot selama proses penurunan berat badan.
Untuk yang Hasilnya di Bawah Normal — BS Honey Penggemuk Badan
Bagi yang hasil pengecekan menunjukkan berat badan di bawah normal BS Honey penggemuk badan hadir untuk memperbaiki kondisi yang paling mendasar dari dalam yang selama ini menjadi penghambat tersembunyi dari badan yang susah berisi.
Temulawak merangsang produksi empedu yang mengoptimalkan pencernaan lemak dan menstabilkan nafsu makan melalui jalur hormonal yang paling alami — memastikan semua sumber kalori padat yang dikonsumsi bisa diserap dengan efisiensi yang paling tinggi.
Kencur mengoptimalkan produksi enzim amilase protease dan lipase yang memproses semua makronutrien dari setiap waktu makan dengan efisiensi tertinggi — memastikan tidak ada kalori dan nutrisi yang terbuang dari makanan yang sudah dipilih dengan tepat.
Madu alami berkualitas tinggi dengan prebiotik oligosakaridanya mendukung keseimbangan mikrobioma usus yang berperan langsung dalam efisiensi penyerapan nutrisi dan regulasi nafsu makan — dua kondisi yang paling menentukan apakah surplus kalori harian bisa terpenuhi secara konsisten dari hari ke hari.
Dan kunyit melindungi mukosa saluran cerna yang memastikan makan 5 sampai 6 kali sehari terasa nyaman dan konsisten tanpa ketidaknyamanan yang mengurangi keinginan untuk makan di waktu berikutnya.
Dikonsumsi 3 kali sehari setelah makan secara konsisten — melengkapi surplus kalori pola makan yang tepat dan latihan beban dengan kondisi dari dalam yang memastikan semuanya bekerja pada potensi yang paling penuh.
Tidak mengandung antihistamin ✅ Tersertifikasi BPOM dan Halal MUI ✅
BS Honey penggemuk badan tersedia di website resmi bshoney.id serta di BS Honey Official Store di Shopee TikTok Shop dan Lazada.
Artikel ini ditulis untuk tujuan edukasi kesehatan umum dan bukan pengganti konsultasi medis profesional. Hasil tergantung masing-masing orang.

BS Honey 350gr
komposisi : madu temulawak kunyit royal jelly centella asiatica Isi 350 gram - Di konsumsi sejak umur 5 tahun - Aman untuk yang sedang haid & ibu menyusui - Tidak disarankan untuk yang sedang hamil - Tidak disarankan untuk yang sakit muntah2 atau Maag akut Pengiriman Senin - Minggu - Senin-Jumat order di bawah jam 14.00 akan dikirim hari yang sama - Order di atas jam 14.00 akan dikirim H+1 - Khusus hari Sabtu dan Minggu order sampai jam 12.00 akan dikirim dihari yang sama. jika lebih dari jam 12.00 maka dikirim hari kerja berikutnya. - Libur Nasional tidak ada pengiriman - Orderan yang masuk Libur Nasional akan dikirimkan di hari kerja selanjutnya




